Sejarah dan asal usul waduk sempor Gombong menjadi salah satu hal yang paling menarik untuk digali saat berkunjung ke Waduk Sempor. Benar saja, tidak sedikit para wisatawan yang datang kesana lantaran penasaran dengan seluk-beluk bendungan yang terletak 8 km di utara kota Gombong ini.

 

Ada banyak versi cerita tentang sejarah Waduk Sempor sendiri. Namun, jika kita tilik sejarah awalnya, tujuan utama dibangunnya waduk Sempor ini ternyata adalah sebagai bendungan yang difungsikan sebagai sumber pengairan sawah dan ladang bagi penduduk Tunjungseto dan sekitarnya.

Asal Usul Waduk Sempor Kebumen dan Sejarah Pembangunannya

Dengan rencana pembangunan waduk sempor tersebutlah diharapkan para penduduk yang sebagian besar berprofesi sebagai petani tidak kesulitan lagi mencari sumber irigasi.

Konon dalam buku sejarah waduk Sempor, pembangunan waduk ini memang diawali dari sebuah riset mendalam oleh pemerintah Belanda yang tengah berkuasa saat itu.

Tepatnya pada tahun 1916, pemerintah Belanda telah mengidentifikasi tentang adanya titik potensial di wilayah Sempor yang bisa dijadikan sebagai pusat irigasi raksasa.

Singkat cerita dipilihlah lokasi galian dan bendungan dimana Waduk Sempor saat ini berada.

Tujuan utamanya saat itu ialah agar masyarakat petani di Sempor, Jatinegara dan sekitarnya tidak lagi mengalami kesulitan pengairan sawah khususnya saat musim kemarau panjang.

Tindak Lanjut Proyek Waduk Sempor Sebagai Titik Awal Sejarah & Asal-usul Bendungan Sempor

asal usul waduk sempor-lungadolan.com

 

Langsung pada poin pentingnya, bahwa sejak dilakukannya identifikasi tersebut, tidak ada kelanjutan lebih jauh tentang gagasan kapan proyek pembangunan waduk sempor akan dimulai.

Hingga akhirnya pada tahun 1950 Pemerintah Belanda melalui para ahli bangunan dan arsitekturnya merasa perlu untuk memulai kembali penelitiannya di tempat yang sama.

Perlu diketahui, bahwa lokasi yang menjadi titik pembangunan waduk Sempor, dulunya adalah wilayah pemukiman warga asli Sempor. Warga yang mengetahui akan dibangunnya sebuah waduk di pemukiman mereka langsung mengambil inisiatif untuk meninggalkan lokasi pemukiman.

Menurut sumber yang bisa dipercaya, sebagian dari mereka bertansmigrasi ke wilayah Pulau Sumatra, yakni Riau dan Jambi. Sementara sebagiannya lagi pindah ke dukuh Karangjoho, yang mana lokasinya berada sekitar 3 km dari titik waduk Sempor berada saat ini.

Setelah dilakukannya pembebasan lahan dan relokasi warga di sekitar titik pembangunan waduk Sempor, pemerintah Belanda melalui ahli-ahli bangunannya mulai mendesain gambaran waduk. Desain rancangan yang sudah jadi tersebut kemudian dikaji dan dikembangkan.

Proyek pembangunan fisik waduk Sempor yang lebih dikenal dengan “Proyek Sempor” ini akhirnya dimulai pada tahun 1958. Naasnya, pada pertengahaan tahun 1967 sebelum proyek waduk sempor tersebut selesai tuntas, terjadilah tragedi memilukan, yaitu jebolnya waduk Sempor.

Tragedi tersebut memakan korban hingga 127 orang, dan hingga saat ini dikenal dalam sejarah dan misteri waduk sempor.

Setelah terjadinya tragedi waduk sempor yang cukup menyedihkan bagi penduduk kawasan Sempor tersebut akhirnya dibangunlah kembali oleh pemerintah saat itu dan selesai pada tahun 1978.

Baca juga: Sunrise Waduk Sempor, Indahnya Antara Mimpi dan Nyata

Akhirnya, tepat di tahun 1970 dimulailah pembangunan kembali bendungan tersebut. Dengan mempertimbangkan desain dan ahli bangunan yang handal alhasil jadilah bendungan sempor kokoh dan terlihat indah hingga sekarang.

Bagi kamu yang belum pernah jalan ke Waduk Sempor, kamu bisa menempuh jalur mudah dari arah utara maupun selatan. Untuk rute dari utara kamu bisa menempuh perjalanan melewati kabupaten Banjarnegara, kemudian desa Glempang, Kethileng dan Sampang yang merupakan desa perbatasan.

Rute ini recommended untuk kamu yang berasal dari wilayah Banjarnegara, Purbalingga atau wilayah-wilayah lain di utara kabupaten Kebumen.

Sementara untuk kamu yang berasal dari wilayah Selatan, Timur dan Barat, kamu bisa menempuh perjalanan dengan titik sentral kota Gombong kemudian menuju ke Utara sekitar 15 menit.

Jika masih bingung bisa melihat peta google di bawah ini:

Demikian artikel tentang sejarah dan asal usul waduk sempor gombong Kebumen yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *